Film Amerika, Film Kartun, Review

Big Hero 6, Saudaramu Sahabatmu Pahlawanmu

Selama menjadi penyuka film-film kartun, hanya ada beberapa film yang saya sukai. Yang pertama sudah pasti MADAGASCAR The Movie (2005) dan semua seri film turunannya. Lalu tahun 2014 kemarin saya memasukkan BIG HERO 6 sebagai film favorit dan sangat berharap seperti MADAGASCAR, BIG HERO 6 juga akan ada sekuel lanjutannya.

Sinopsis

Film ini berkisah tentang Hiro Hamada, seorang anak jenius berusia 14 tahun. Berkat Kakaknya, Tadashi Hamada yang membawanya ke lab universitasnya dan memperlihatkan Baymax, robot ciptaannya, Hiro berkenalan dengan Wasabi, Go Go Tomago, Honey Lemon dan Fred. Di universitas itu pula, ia bertemu Prof. Robert Callaghan yang dikagumi Hiro. Hiro memutuskan untuk menjadi mahasiswa di universitas tersebut dengan cara khusus, menampilkan penemuan khusus.

Pendek cerita Hiro berhasil. Hasil penemuannya sungguh mengagumkan dan ia berhasil diterima di universitas Kakaknya. Sayangnya… sebuah kejadian membalik dunia Hiro dalam sekejap. Di malam yang sama, ia kehilangan Kakak tercinta dalam kebakaran dahsyat di ruang pameran penemuan.

Dalam masa-masa murungnya, tak seorangpun bisa membujuk Hiro keluar dari kamarnya. Tidak sahabat-sahabat kakaknya yang kini menjadi sahabat-sahabatnya, juga tidak Bibi yang membesarkannya. Sampai tak sengaja, ia mengaduh dan tanpa sengaja mengaktifkan Baymax, robot ciptaan kakaknya. Karena kenangan si kakak, Hiro mengejar Baymax yang mencaritahu mengapa microbot bergerak ke satu arah seperti memberi petunjuk. Singkatnya di sana Hiro melihat penemuannya sudah diproduksi dalam jumlah besar dan dikendalikan pria bertopeng alias Kabuki Man.

Saat tengah menyelidiki, Hiro bertemu teman-teman kakaknya. Adegan kejar mengejarpun terjadi. Meski berhasil selamat, mereka sepakat untuk bersama-sama menghentikan perbuatan si pria bertopeng yang telah mengambil alih penemuan Hiro untuk kejahatan. Setelah mengupgrade Baymax dengan kekuatan yang lebih super, Hiro juga mengupgrade kemampuan robot-robot ciptaan sahabat-sahabatnya dan terbentuklah Big Hero 6.

Pengejaran mereka pun dimulai. Dan tingkah jenaka para pahlawan yang baru lahir ini pun dimulai. Mulai dari serangan super dahsyat yang bahkan tak bisa melukai burung kecil, memotong pintu yang pakai acara tidak menyambung sampai obrolan mereka yang penuh humor

Kenapa jadi favorit?

Saya jatuh hati pada tokoh Baymax. Baymax bukanlah pahlawan bertubuh tegap, kekar apalagi tampan. Baymax itu penampilannya lebih berkesan polos, cute dan lembut. Seperti sosok seorang Ibu. Makanya tak heran, anak-anak pun jatuh hati pada penampilannya itu.

Beberapa kalipun saya menonton film ini, tetap saja saya tak bisa menahan tawa. Adegan lucu favorit saya adalah adegan saat Wasabi hampir tertimpa kontainer yang hendak dilempar Mr. Kabuki. Ekspresi kagetnya si Wasabi benar-benar… saya banget kalau lagi kaget! Ada juga adegan kejar-kejaran yang diwarnai ekspresi polos Baymax dan teman-teman Hiro.

Keunggulan lain dari film ini tentu saja pesan morilnya. Tak hanya mengenai semangat melawan kekuatan jahat, hubungan antar saudara, persahabatan dengan mereka yang sangat berbeda satu sama lain, tapi juga sampai soal-soal yang kadang dianggap sepele seperti memakai sabuk pengaman saat berkendara. Sementara untuk pengembangan pribadi, film ini mengajak setiap anak untuk mengembangkan potensi diri mereka untuk sesuatu yang baik

Belum lagi sajian BIG HERO 6 tak hanya menampilkan cerita dari sisi humor yang khas remaja, kita juga diajak merasakan kesedihan Hiro yang kehilangan kakak tercintanya dan akhirnya bisa memahami mengapa Mr. Callaghan menjadi Kabuki Man. Keluarga adalah duniamu, tapi persahabatan bisa menjadi dunia baru yang sama indahnya.

Akhir Tahun ini, paling asyik mengulang untuk menonton cerita ini bersama keluarga.

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.