Jangan Lari Bos!, Novel, Terjemahan

Bagian 1.1 – Jodoh Pilihan

Satu tahun yang lalu…

Kira-kira apa saja yang paling menyenangkan dan mendebarkan yang mungkin terjadi pada saat kencan buta?

Tapi di kencan buta pertamanya, Nou Nou tak tahu kalau saat itu akan menjadi saat terburuknya.

Saat Nuo Nuo menatap pria yang duduk di hadapannya, tanpa sadar ia menelan ludah. Sinar matahari di sisi wajahnya, membentuk bayangan tubuhnya dengan sempurna. Hidung yang mancung dan mata dengan tatapan sarkastis, ditambah bibir tipis yang membentuk seringai saat ia mengatakan kata-kata itu, membuat Nuo Nuo ingin menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya.

“Nona Shu, sepertinya kita sudah saling kenal,” kata pria itu.

Ya, mereka memang saling kenal. Mereka telah bertemu di ruang kerja pimpinan perusahaan di lantai tujuh belas sebulan yang lalu.

Ya, Dia adalah Direktur Utama di kantor Nuo Nuo saat ini, namanya Shiao Yi.

Saat ini, detik ini sekali lagi, ia memang tak memberi batasan pada karakter pria yang diinginkannya, hingga akibatnya kini ia harus berkencan buta dengan bossnya sendiri dan masalahnya Nuo Nuo masih dalam masa percobaan.

Sebulan yang lalu, Nuo Nuo tidak peduli pada kekuatiran keluarga dan teman-temannya. Ia bertekad untuk meninggalkan pekerjaan administrasinya yang terbilang bagus, ia memilih kembali masuk ke arena pencarian kerja. Untunglah dia cukup beruntung. Dalam seminggu, setelah mengunjungi dua atau tiga perusahaan, akhirnya ia menemukan pekerjaan yang ia inginkan.

Tes tertulis berjalan dengan baik, wawancara juga berjalan lancar. Tapi satu-satunya masalah yang membuat Nuo Nuo tertekan adalah… saat hari pertama ia mulai bekerja, seember air dingin seperti ditumpahkan ke dalam semangatnya yang membara. Perusahaan baru tempat Nuo Nuo bekerja adalah perusahaan produksi RPG yang cukup terkenal, pekerjaannya membuat rancangan rencana untuk bagian perencanaan, bisa dianggap ia adalah seorang penulis.

Dengan pekerjaan yang tidak terlalu melelahkan, upah yang berada pada batas atas, perusahaannya yang tergolong besar dan sangat stabil, Nuo Nuo merasa sudah cukup puas. Pada hari pertama ia bekerja, dengan penuh semangat Nuo Nuo mengikuti langkah Manajer Personalia ke lantai tujuh belas untuk bertemu Direktur Utama Shiao. Namun, hasilnya: Si Direktur Utama langsung membunuh semangatnya dalam sekejap dengan satu kalimat.

Manajer Personalia, “Pak Shiao, ini penulis baru di Bagian Perencanaan Shu Nuo, saya ingin memperkenalkannya pada Anda.”

Pak Shiao, “…..”

Dia tampak sangat sibuk, ia tidak berkata apa-apa, ia juga tidak mengangkat kepalanya, dan ia terus bekerja memeriksa dokumen-dokumen. Selain suara ayunan ringan kipas alat pendingin ruangannya, hanya ada suara napas tiga orang yang terdengar di ruang kerja itu. Suasananya terasa sangat canggung.

Nuo Nuo memutar matanya, menggertakkan gigi, memutuskan untuk berjuang sendiri! Dengan anggun ia melangkah maju dan memperkenalkan dirinya: “Pak Xiao, halo, nama saya Nuo Nuo. Walaupun ini adalah pertama kalinya saya bekerja di bagian perencanaan sebuah perusahaan Game. Saya akan berusaha keras!”

Nuo Nuo selesai bicara, ingin tahu tanggapan si Direktur Utama Shiao, mungkin saja dia akan memberinya sedikit kata-kata pemberi semangat. Lagipula, paling-paling dia hanya akan memberikan semangat agar karyawannya untuk berusaha dan bekerja lebih giat.

Kali ini, Direktur utama Shiao Yi benar-benar mengangkat kepalanya dan melirik padanya. Nuo Nuo mengeluh dalam hati saat tahu kalau Direktur Utamanya ternyata seorang pemuda yang tampan, kedua sudut bibirnya terangkat sedikit lalu berujar, “Bagian Perencanaan? Sejak perusahaan ini berdiri, rasanya belum ada seorang wanita pun yang mampu bertahan kerja di bagian itu. Kalau begitu kau harus bekerja keras.”

{{{(>_<)}}}

Bagian terakhir dari kata-katanya ‘Kalau begitu kau harus bekerja keras’ sama sekali bukan kata-kata penyemangat!

Sejak saat itulah, Nuo Nuo telah membentuk obsesi psikologi untuk menghindari bayangan Direktur Utama Shiao. Entah itu saat pelatihan kerja yang hanya sekedar menyebut nama “Shiao Yi” atau dalam rapat staf ketika melihat sosok tampannya, Nuo Nuo akan menghindar dan menjauh. Seringkali saat berpapasan, ia mengambil posisi seperti seorang penganut Budha dan bergumam, “Amitabha Budha, roh jahat pergilah, ia tidak melihat, tidak melihatku.”

Namun, siapa yang bisa mengira… kalau pria pilihan yang hadir dalam kencan buta yang diatur oleh ibunya ternyata tidak lain adalah si Bos Shiao!

Selesai sudah…

Bagaimana mungkin ada kebetulan seperti ini? Bukankah dalam profil kencan buta disebutkan dengan jelas, pria itu hanya seorang manajer bisnis biasa dan sekarang… Nuo Nuo mencuri pandang menatap wajah pria di depannya, sekarang dia benar-benar merasa malu.

“Nona Shu.” Saat Nuo Nuo baru akan memutuskan menjawab atau tidak, Shiao Yi kembali berkata, “Jika saya tak salah ingat, ketika Anda masuk ke perusahaan, status yang Anda isi dalam lamaran adalah… “ Shiao Yi berhenti bicara dengan kepala sedikit miring dan mengucapkan kalimat dengan nada tajam, “telah menikah.”

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.