Anak, Parenting, Psikologi, Tips

Pentingkah Kata Cinta Untuk Anak?


Ada seorang teman bertanya, sampai kapan seorang Mama mengucapkan kata cinta dan sayang pada anak-anaknya. Dan saya menjawabnya, selamanya! Bahkan ketika maut memisahkan.

Teman itu sangat heran. Bagaimana caranya? Maut memisahkan bukannya akhir dari sebuah hubungan?

Lalu saya bilang, saya sedang menulis 1000 surat cinta untuk anak-anak saya di masa mendatang. Saat mereka sedang bersedih, saat mereka selesai wisuda, saat mereka menikah, semua sudah saya siapkan, bahkan ketika saya tiada nanti. Bukan tentang warisan harta atau pesan yang aneh. Hanya ungkapan bahwa saat saya membayangkan hal-hal itu semua terjadi, saya ingin berada di sisi mereka dan berkata bahwa saya sangat menyayangi, mencintai dan selamanya menjaga anak-anak dengan doa yang tiada habis sampai kapanpun. Sama seperti saat ini, meskipun tiap kali saya bilang saya cinta anak-anak, mereka akan tertawa.

Saat itu, teman saya langsung meminta saya mengadopsinya. Bahwa kata ‘cinta’ buatnya adalah sesuatu yang langka diperoleh dari ibu kandungnya sendiri. Bahwa kata ‘cinta’ adalah kekuatan untuknya menghadapi semua masalah dalam hidupnya, seandainya saja sang Ibu sedikit romantis. Tak seperti yang saya lihat, seorang gadis cantik yang nampak kesepian.

Mungkin tak semua ibu seromantis saya, yang memikirkan ratusan cara agar tetap bisa melindungi hati anak-anak agar tetap merasakan cinta dan kasih sayang ibu selamanya, ada atau tidak ada secara fisik. Tapi setiap ibu sudah seharusnya mengungkapkan kata ‘sayang’ untuk putra-putri mereka.

Saya pernah membaca dalam sebuah literatur asing tentang pendidikan anak bahwa satu bentuk kasih sayang yang ditunjukkan langsung baik dengan ucapan dan perbuatan pada anak bisa meninggalkan efek luar biasa lima tahun ke depan bahkan sepanjang hidupnya. Efek itu akan membuat anak mengasihi orang-orang di sekitarnya, berusaha selalu berpikir positif dan empatinya tinggi. Sebuah pengetahuan yang membuat saya tak ingin meninggalkan anak-anak kekurangan kasih sayang walaupun maut sudah memisahkan kami nanti.

Jangan berpikir remaja kita tak lagi memerlukan kata penyemangat atau kata-kata rayuan gombal dari orangtuanya. Mulut mereka mungkin mengelak dengan berbagai alasan, tapi hatinya siapa yang tahu.

Setidaknya ratusan kali saya mencoba pada 2 remaja di rumah ketika melihat wajah-wajah lelah itu merengut di kamar. Tanpa bertanya masalah mereka, saya langsung bilang. Apapun yang terjadi di luar sana, apapun masalah mereka, saya tetap cinta mereka. Dan khas remaja, mereka langsung pasang muka mau muntah, atau meleletkan lidah. Tapi anak-anak itu punya satu kesamaan, wajah mereka menjadi berseri. Tersenyum dan apapun masalahnya, kini mereka punya kekuatan untuk menyelesaikannya.

Mereka yang mengenal cinta dan kasih sayang yang seimbang dan wajar, tak hanya dari ungkapan tapi juga perbuatan, tidak hanya akan menjadi anak-anak yang tangguh menghadapi masalah, tapi juga peka terhadap orang lain. Anak-anak remaja yang tidak pernah kekurangan kasih sayang, takkan mencari kasih sayang dari ‘pacar atau kekasih’ atau bahkan orang lain yang tak diinginkan orangtua.

Jadi jangan pelit berucap cinta pada buah hati di rumah. Kalau mereka masih balita, itu kesempatan emas karena Anda memulainya dengan lebih cepat. Kalau mereka sudah anak-anak, itu kesempatan untuk membuat mereka kembali menjadi semakin dekat. Kalau mereka sudah remaja, tidak ada kata terlambat karena bentuk cinta dan kasih sayang adalah sebuah hadiah berharga yang takkan pernah lekang oleh waktu.

Ungkapan dan perbuatan yang menunjukkan kasih sayang dan cinta, tak hanya berguna untuk anak-anak itu, tapi untuk menambah tebal cinta kasih di hati orangtua. Orangtua yang mencintai anak-anaknya, menyayangi dengan setulus hatinya, akan menikmati perannya sebagai orangtua hingga bersedia melakukan hal terbaik untuk mereka. Mereka akan bersedia memahami dan mengerti kondisi anak, mendengarkan dan akhirnya bisa membawa kemudahan menghadapi mereka saat anak-anak berubah menjadi remaja yang biasanya dipenuhi dengan emosi yang sulit dikendalikan.

Itulah mengapa saya menyebutkan tema bulan Mei… Do not ever stop to say love, especially for your children!

*****

Foto oleh : momtrepreneur.com

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.