Jangan Lari Bos!, Novel, Terjemahan

Prolog


Shiao Yi berdiri di atas panggung yang terang benderang, melihat ke arah dua belas gadis calon pasangan kencan buta yang duduk di stan. Ia mulai merasa sedikit munafik.

Acara ini  acara versi terbaru televisi lokal kota C  yang telah dikembangkan dari versi aslinya, sebuah show yang terkenal dari sebuah stasiun televisi di luar negeri. Acara show ini diubah lebih sederhana untuk menghindari spekulasi dan penipuan, bertujuan memberikan suasana yang menyenangkan untuk menarik perhatian penonton. Produser tidak ragu memakai bahasa yang vulgar, dan unsur inilah yang justru meningkatkan rating acara tersebut.

Di mata Shiao Yi, program seperti ini adalah program sampah dan tujuan sesungguhnya ia ikut berpartisipasi, berdiri di tengah-tengah panggung dengan lampu-lampu menyala, memakai jas dan sepatu kulit,  hanya ingin menunjukkan kalau ia memiliki selera tinggi. Tapi program ini sungguh membosankan. Shiao Yi sempat berpikir ia mungkin akan menemukan hal-hal menyenangkan, tetapi hasilnya sama saja. Permainan dengan tujuan agar calon pasangan bertambah intim, perkenalan pribadi, penilaian penampilan, dan tanya jawab, yang kesemuanya ternyata membosankan. Setelah serangkaian langkah tersebut dilewati maka ia akan ditanya, dari kedua belas gadis di depan lampu merah itu yang mana yang akan ia pilih untuk diajak berkencan.

Untuk memunculkan sisi menyenangkan dari program ini, produser bahkan memberikan sudut penilaian baru yang memberikan sorotan tajam dengan membuat ‘Grup Mama’.

Para Mama dari Grup Mama memiliki kesempatan untuk mengamati setiap tamu pria. Setelah para tamu pria siap ke atas panggung, pembawa acara akan mengatur mereka untuk berdiri di tengah-tengah panggung menggunakan lift kecil, dan mulai melemparkan pertanyaan-pertanyaan sulit. Jika jawaban mereka tidak memuaskan para bibi yang segalak harimau dari Grup Mama itu, maka para Mama bisa menekan tombol ‘turun’, para tamu pria pun akan menghilang dari panggung saat lift turun dan kehilangan kesempatan untuk berbicara dengan para gadis calon kencan mereka.

Setelah melewati beberapa rintangan yang sulit, akhirnya Shiao Yi berdiri di depan kelompok para Mama itu. Tentu saja, salah satu Bibi harimau mulai memberi pertanyaan sulit untuk menyenangkan para penonton.

“Anda, anak muda yang mengaku Bos dari perusahaan besar. Saya pikir Anda cukup menarik, berbakat (maksudnya memiliki kekayaan) dan santun. Dan bagaimana mungkin Anda tak punya kekasih? Anda tidak sedang mengidap penyakit yang tidak boleh disebutkan, bukan?”

Lalu, di bawah panggung seluruh ruangan dipenuhi dengan suara tawa penonton.

Sambil menggerakkan bibirnya yang memikat hati itu, Shiao Yi Yun memberi tatapan kosong sebelum memberikan jawaban. “Saya tidak punya penyakit yang tidak dapat disebutkan itu, tunangan saya tahu benar soal itu. Kenapa kita tak menanyakan padanya dengan menyuruhnya ke panggung ini untuk menjawab pertanyaan Anda?”

Mendengar kata-katanya, mata si pembawa acara melebar. Ini, ini, bagaimana mungkin soal ‘tunangan’ bisa muncul? Dari mana Sutradara menyewa aktor ini? Ini sungguh tidak profesional! Apakah pria itu tidak tahu kalau ini program acara siaran langsung? Tapi dirinya adalah pembawa acara profesional. Ia pun memegang mikropon dan tersenyum untuk membuat segalanya tetap berjalan lancar. “Apa yang dimaksud Pak Shiao adalah mantan kekasihnya, gadis itu—“

Kata-kata si pembawa acara belum selesai saat Shiao Yi memotongnya. Pria itu menggelengkan kepalanya. “Tidak, dia masih jadi kekasih saya sampai saat ini.”

“Kamu!” Salah satu Mama dari Grup Mama tidak tahan untuk tak berdiri. “Anak muda zaman sekarang benar-benar tidak bertanggung jawab! Kalau kau sudah punya pacar tapi kenapa masih bergabung dalam acara populer ini?”

Setelah mendengar kata-kata Bibi itu, mata Shiao Yi berkilat-kilat penuh semangat dan mengucapkan satu kalimat pendek. “Karena… saya ke sini untuk menangkap basah gadis itu.”

Semua orang terdiam. Sementara salah satu gadis calon pasangan kencan diam-diam berdiri dari stan berbentuk setengah lingkaran saat jawaban pemuda itu menyebabkan kegemparan kecil. Gadis-gadis mulai saling berbisik satu sama lain, sedangkan gadis itu mulai pelan-pelan melangkah mundur. Shiao Yi tidak pernah menoleh ke belakang, tapi dia menghela napas kuat-kuat sebelum berkata, “Nuo Nuo, apa kau kira kau bisa melarikan diri?”

Sesaat, seluruh ruangan terdiam.

Tepat ketika gadis itu berpikir untuk bersiap menyelinap keluar, Nuo Nuo malah berdiri diam, tubuhnya membeku.

Kepala si Bos Shiao sedikit menoleh ke belakang. Matanya berkilau penuh kemarahan dan berjalan menuju Nuo Nuo. Ketika Nuo Nuo melihat ini… ia menggunakan akal bulusnya, dan bergerak keluar dari jangkauan lampu merah dan berkata, “Kita sama-sama calon pasangan kencan sekarang, tapi aku sudah keluar dari lampu merahmu, kau tak bisa membawaku pergi!”

“Oh ya?” Shiao Yi mengangkat sedikit alis matanya, ia melangkah mundur sambil menyipitkan matanya bagai sebuah garis dengan tatapan berbahaya. Di sampingnya, Nuo Nuo menelan ludah. Ia tahu benar ekspresi Shiao Yi itu. Itu menandakan dia sedang marah, sangat… marah.

Ketika Nuo Nuo sedang menyiapkan kata-kata selanjutnya, tiba-tiba ia merasa tubuhnya terangkat, dan mendengar seluruh ruangan kembali gempar – Dirinya sendiri langsung diangkat dan dibawa pergi oleh Shiao Yi keluar dari panggung.

Jeritan kaget Nuo Nuo tidak berhasil. Tak ada cara lain untuk melawan. Semuanya tampak seperti kabut. Yang bisa ia lakukan hanyalah mendengar si pembawa acara berteriak kaget. “Sut… Sutradara cepat kemari! Seseorang telah dibawa pergi……..”

*****

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.