Puisi, Sastra

Gadis Kecil Dari Masa Lalu

Kala ketika sendiri…

Ada  saat dimana aku terkenang sesuatu

Dada terasa berat, nafas terasa tersendat

Sosok gadis kecil itu, dari masa lalu

Kutarik nafas dalam-dalam, mengenang hari-hari yang dilewati gadis kecil itu

Ia takut, tapi tak pernah sebutkan

Ia kuatir, tapi tak pernah berkata

Ia gentar, tapi tak pernah gemetar

Semua ia sembunyi jauh di dalam sudut hati, berharap tak satupun orang tahu

Tiada beban kala ia bicara, tersenyum, dan tertawa

Gadis kecil pemberani dengan mata besar yang selalu ceria

Tak ada yang tahu…

Sendiri ia menangis, sepi ia mendesah

Rindu pelukan keluarga, yang entah ada dimana

Masalah bagian dari hari-harinya, semua ia selesaikan

Bingung landa setiap waktunya, semua ia rasakan

Dalam kesendirian, tanpa keluh kesah.

Sampai tubuh kecilnya tak lagi sanggup bertahan

Suatu saat ia menangis, tersedu sedan dalam hening malam,

merindu kasih yang menghangatkan jiwa

meronta dan bertanya, sampai kapan ia harus sendirian

Dari dingin dan kejamnya dunia.

Tapi ia hanya memeluk sepi… tiada siapapun bersamanya

Aku ingin bilang padanya, pada Gadis Kecil dari masa lalu

Usah kau risau tentangmu. Tak apa kau menangis, tapi jangan bersedih karena sepi.

Tak apa kau meneteskan airmata, tapi jangan kau lara dan sakit hati

Aku ingin memelukmu, membisikkanmu kekuatan

Hai, gadis kecil. Tumbuhlah menjadi perempuan yang tegar karena itulah takdirmu.

Cintamu akan menggenggam orang-orang yang akan selalu bersamamu

Kasihmu akan menghangatkan jiwa-jiwa yang kesepian

Sayangmu akan menemani mereka yang menangis dalam duka.

Hapus airmata berharga itu, jangan biarkannya habis terkuras tanpa guna…

Biarkannya mengalir nanti,

Ketika kau terharu karena bahagia, ketika kau terkesima karena bangga, ketika kau bersyukur karena cinta

Duhai gadis kecil dari masa lalu,

Jangan pernah menghukum dunia, jangan pernah marah pada siapa yang mendera deritamu

Jangan menyesali yang kau alami, jangan terluka karena sakit tiada henti.

Suatu hari nanti, kau tersenyum mengenangnya,

Bersyukurlah…

Allah bersamamu, menguatkanmu dengan halangan, memupukmu dengan hambatan, menyirammu dengan kesulitan

Demi hidup nanti.

Agar kau menghargai semua perjuangan, semua yang kau dapatkan….

Aku memelukmu dari masa depan, kau terlalu berharga untuk merasa derita

Ini hanya satu bagian penting yang dilewatkan sebelum…

Bertemu makna kehidupan di akhir penantian.

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.