Film Indonesia, Review

Review Film Demi Cinta Aku Rela

Film Demi Cinta, Aku Rela… adalah film yang diproduksi oleh MNC Pictures. Aktor-aktor pemerannya adalah Nicholas Saputra, eits… bukan, Ricky Harun dan Tora Sudiro. Meski judulnya bernuansa romantis, tapi genrenya komedi. Ceritanya pun lebih banyak mengisahkan seputar hubungan bromance antara Bagus (Ricky Harun) dan Masbin (Tora Sudiro), yang dibumbui oleh petualangan Bagus untuk mendapatkan cinta.

Bagus, pemuda yang (terlalu) lugu dan polos. Seorang pemuda tamatan SMA yang belum bekerja. Bagus tinggal bersama Masbin, pemilik reparasi elektronik. Masbin, seseorang yang seenaknya, cuek, urakan dan agak sok tahu. Meski begitu keduanya sama-sama berhati baik.

Cerita berawal ketika Bagus melihat Cempaka (Farali Khan), tetangga rumah susun tempat tinggal dua bersaudara itu. Ia jatuh cinta pada gadis cantik itu. Namun, karena Cempaka bekerja sebagai seorang sekretaris direktur, maka Bagus pun kehilangan rasa percaya diri. Ia merasa tidak selevel dengan seorang pengangguran seperti dirinya. Ditambah kata-kata sok tahu Masbin, Bagus semakin pesimis.

Karena setiap hari Cempaka selalu bekerja dengan diantar jemput oleh mobil-mobil bagus, maka menurut Masbin, satu-satunya cara agar bisa memenangkan hati gadis pujaannya itu, Bagus harus bisa menjadi orang kaya dan tidak cukup bermodalkan cinta saja. Ia tahu cara tercepat untuk itu.  Mereka terbujuk oleh tawaran Syamsudin (Teuku Rifnu), tetangga mereka yang mendadak jadi orang kaya. Syamsudin bekerja pada Toni Montana (Barry Prima). Tetapi, ternyata Bang Toni tidak langsung menerima mereka sebagai anak buahnya sebelum mereka memiliki pengalaman kejahatan.

Keduanya pun merencanakan kejahatan untuk melakukan penculikan terhadap Aga, balita manis anak Amara (Titi Kamal), seorang single parent. Namun saat melakukan penculikan, secara tak sengaja Sandra (Nasya Marcella) memergoki aksi mereka. Sandra adalah baby sitter Aga yang baru bekerja. Gadis ini pun ikut ‘diculik’ oleh Masbin dan Bagus.

Masalah mulai terjadi ketika justru Toni Montana dan anak buah mengejar Masbin dan Bagus. Aga, ternyata anak Toni Montana. Mereka pun  berusaha melarikan diri. Namanya saja penjahat baru belajar. Mereka justru kalang kabut sendiri berusaha kabur dari anak buah Toni Montana.

Dalam pelarian mereka yang rumit tapi konyol, Masbin dan Bagus justru menemukan cinta baru yang tidak disangka. Masbin, ternyata seorang pria yang sangat sayang pada anak-anak ini justru mulai jatuh hati pada Amara, sementara Bagus pun mulai ragu dengan perasaannya sendiri. Ia mulai menaruh perhatian pada Sandra.

Secara keseluruhan, film ini memang sangat menghibur. Obrolan kocak dan jenaka, pertanyaan lugu yang berkesan tolol dan tingkah para aktor yang lucu sanggup membuat para penonton tertawa dengan lepas. Ending-nya memang bisa ditebak dengan mudah, tapi tetap saja kita dibuat betah dengan celotehan ringan yang khas Tora Sudiro dan Ricky Harun.

Film ini memberi pesan tentang persahabatan yang tulus antara dua orang yang berbeda sifat, pelajaran untuk memahami arti cinta sebenarnya bahwa cinta tak sekedar melihat atau kagum pada penampilan semata, namun juga harus mengenal kepribadian seseorang. Walaupun cinta itu indah, tapi tak berarti harus menghalalkan segala cara demi meraihnya. Datangnya cinta pun tak bisa diduga. Bisa saja sekarang pada tetangga, tapi besok cinta yang sebenarnya justru datang secara tak sengaja.

****

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.