Tulisan Terakhir

Menang #ngaBLOGburit2015 2 Kali, Jeritan di Tempat Umum 2 Kali

Hari terakhir #ngaBLOGburit2015 pun tiba, rasanya tidak seru kalau tidak cerita pengalaman saya selama tiga minggu ini mengikutinya. Apalagi, inilah kali pertama saya bisa ikut lomba tahun ini dan dari tiga minggu masa lomba saya menang dua kali.

Saya tertarik ikut lomba menulis  #ngaBLOGburit2015 karena syaratnya itu unik. Waktunya sangat terbatas, temanya ditentukan dan masa postingnya pun sangat singkat. Buat seorang penulis, ini pasti tantangan yang bagus untuk dihadapi.

Dari beberapa kali mengikuti, kalau tak salah sekitar 5-6 kali, tak semua tema bisa langsung dikerjakan tepat setelah tema diberitahu. Maklum, Emak-emak… jadi ya waktu sore-sore menjelang buka adalah waktu tersibuk buat para Emak termasuk saya. Akhirnya, sambil memasak atau menyiapkan hidangan, kerangka tulisan pun mulai disusun di dalam pikiran. Mungkin tak seorang pun menyangka wanginya teh manis, aroma masakan yang sedang disiapkan dan obrolan ringan dengan keluarga saat persiapan itulah yang membuat saya bisa menemukan inspirasi menulis.

Persiapan mengikuti #ngaBLOGburit2015 sudah saya siapkan. Berbagai tema tulisan yang ‘tadinya’ memang untuk mengisi blog selama Ramadan pun sudah saya siapkan. Berbagai tema, topik dan segala hal berhubungan dengan puasa sudah lengkap tersedia. Tinggal edit sedikit, disusun sesuai tema yang ditentukan dan taraa…. diterbitkan. Tapi anehnya, artikel yang menang malah artikel yang ditulis secara mendadak dan waktunya di bawah satu jam. 

Yang paling berkesan adalah saat harus melampirkan logo banner #ngaBLOGburit2015  pada tulisan. Berhubung gaptek soal widget, saya sampai harus menelpon teman, bertanya pada anak dan akhirnya menyerah. Hari pertama terlewat begitu saja, baru di hari kedua akhirnya dibantu admin yang biasa mengatur seluruh widget atau tema di blog ini. Ternyata bisa menulis saja tak cukup untuk jadi blogger.

Suka duka selama #ngaBLOGburit2015 tentu saja ada. Dukanya, kalau kita akrab dengan tema tertentu dan tentu saja pengen menulis, tapi ternyata tidak memungkinkan. Seperti tema tradisi dan halal bihalal kemarin, sebenarnya ingin sekali menulis, tapi karena kondisi sedang di jalan maka tentu saja tidak mungkin.

Sukanya kalau berhasil memposting tulisan on time. Menang atau tidak itu urusan nanti. Namanya juga tantangan, maka ya harus diselesaikan sampai finish. Menang dan kalah hanya soal hasil, entah itu hasil yang terbaik atau memang hanya sekedar memenuhi syarat.

Yang lainnya, tentu saja kalau menang. Waktu menang pertama kali, saya sedang berbuka puasa dengan orang-orang terdekat. Ada keluarga kecil tercinta dan sahabat-sahabat dekat bersama keluarga mereka juga. Merekalah yang memberitahu kalau saya menang saat saya tengah sibuk memesan menu buka puasa. Jeritan mereka sampai membuat orang-orang melirik kesal. Saya malah bingung ketika didaulat untuk membayar seluruh tagihan. Tapi, ya bahagia. Rasanya kebahagiaan saya lengkap hari itu karena bersama mereka yang saya sayangi.

Menang yang kedua kali saat saya menerima notifikasi selamat dari teman-teman di Facebook. Saat itu, saya tengah menemui dosen dan sedang berkonsultasi soal judul. Karena lupa mematikan suara ponsel, jadilah suara ‘klentang kluntung’ terdengar nyariiing sekali di ruangan itu beberapa kali. Saking gugupnya, teman baik saya langsung mengambil ponsel saya dan membawanya keluar. Tapi baru semenit pintu tertutup, suara jeritan senang teman-teman saya terdengar di luar. Dosen saya sampai keluar dan bertanya. Untunglah, beliau tidak marah dan malah ikut memberi selamat. Akhirnya seantero gedung administrasi kampus mengucapkan selamat pada saya. Senangnya, senang sekali.

Tak ada rahasia tertentu untuk menulis, apalagi untuk menang. Menulis harus datang dari hati, bukan untuk tujuan tertentu yang negatif atau kepentingan pribadi belaka. Mencurahkan yang ada dalam pikiran, dengan kata-kata sebaik dan seindah mungkin, agar yang membacanya terhibur dan siapa tahu terinsipirasi akan pesan tulisan. Konsepnya cuma satu, kalau kita senang membaca tulisan itu, maka orang lain pun pasti senang (walaupun tidak semua). 

#ngaBLOGburit2015 diadakan di bulan Ramadan. Walaupun dimaksudkan untuk mengisi waktu sebelum berbuka, tapi saya melihatnya sebagai cara Blogdetik untuk memperkenalkan platform Blogdetik yang baru dan juga untuk meningkatkan kualitas penulisan dan kreatifitas para blogger. Ini terlihat dari tema-tema yang ditentukan. Walaupun ringan dan cukup mudah dikembangkan, tapi setiap kali melihat para pemenangnya, tulisannya selalu memiliki keunikan tertentu yang berbeda dari tulisan-tulisan lainnya. Dengan membiasakan menulis dengan kualitas dan kreatifitas, selanjutnya  para blogger akan menghasilkan karya-karya yang jauh lebih baik. Apalagi ini adalah bulan Ramadan, saat yang paling tepat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Selamat pada seluruh pemenang. Tetaplah berkarya meski tak ada lomba. Kreatifitas dan kualitas dibangun bukan untuk sesaat atau dalam tempo singkat, tapi dibangun dengan latihan dan kemauan yang disemai setiap hari. Untuk Blogdetik, selamat untuk platform barunya dan semoga tahun depan akan ada kegiatan seperti #ngaBLOGburit2015  yang lebih meriah dan kalau bisa jadi kegiatan rutin tahunan. 

 

ngaBLOGburit 2015

Terima kasih telah berkunjung ya. Tinggalkan komentar yang positif dan membangun.